
Bersikap kuratif, baru dibutuhkan saat ada dispute sebatas membereskan masalah bukan mengantisipasi secara dini.
Dunia berubah cepat karena Al dan Digitalisasi, tapi tidak paham bagaimana mengantisipasi perubahan dan bertindak cepat secara proaktif.
Para CEO membutuhkan Strategic Partner dalam mengelola hubungan industrial serta isu-isu ketenagakerjaan secara kondusif dan berkeadilan.
Wawasan keberlanjutan & pertumbuhan bisnis.
Strategi daya saing di tengah disrupsi.
Menghadapi tantangan teknologi AI di dunia kerja.
Memahami akar masalah berbasis budaya & engagement.
Harmonisasi kebijakan jaminan sosial nasional.
Analisa dampak mogok kerja (Strike) & perselisihan.
Mengubah peran serikat menjadi partner strategis.
Teknik kolaborasi dengan pendekatan Connectability.
Melakukan dialog sosial yang efektif dan kolaboratif.
Optimalisasi produktivitas melalui forum kerjasama.
Update isu terkini mengenai tenaga kerja alih daya.
Perspektif keamanan kerja dan kepatuhan regulasi.
Menyusun aturan perusahaan berbasis Digital Insight.
Strategi remunerasi yang kompetitif dan adil.
Menangani dampak terminasi secara profesional, minim risiko
Alat dan kerangka berpikir (framework) untuk menganalisa setiap masalah hubungan industrial secara sistematis.
Cara berpikir strategis dan proaktif, melihat IR sebagai ekosistem yang perlu dikelola, bukan sekadar kumpulan masalah yang perlu diselesaikan.
Kemampuan praktis seperti negosiasi, komunikasi dengan serikat pekerja, resolusi konflik, dan penyusunan kebijakan.
Merupakan outcome dari kemampuan praktisi IR dalam mengelola New IR Way of Thingking di tingkat masing-masing Perusahaan.
Anda akan terlatih mengenali gejala konflik secara dini
Ahli dalam menghubungkan teori dan konsep dengan realitas di lapangan untuk membangun rancang kebijakan IR-ER
mampu mengolah berbagai disiplin ilmu dan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada ketenangan hubungan industrial
mampu menyelesaikan setiap perselisihan secara kondusif dan komprehensif menggunakan formula Toolset, Skillset, dan Mindset yang tepat
mampu membuat IR Opinion Report (Review & Advise) kelas pakar sebagai representasi profesional Anda terhadap isu-isu ketenagakerjaan di hadapan manajemen
MIRP adalah “Mini MBA-nya Industrial Relations” — bukan training 1-2 hari biasa, tapi program intensif 3 bulan dengan 3 fase pembelajaran lengkap: Offline Bootcamp + Sesi Online + Benchmarking ke Perusahaan Multinasional.
MIRP adalah investasi PREVENTIF — jauh lebih murah dibanding biaya 1 kasus IR yang salah penanganan.
Yaa, ada harga khusus untuk peserta Group 3 orang atau lebih 1 perusahaan
Klaim harga rombongan langsung ke admin via Whatsapp untuk mendapatkan potongan khusus.
Sangat Relevan, program ini memang dirancang untuk anda Leader Tengah yang ingin meng-upgrade NEW Mindset atas pemahaman dunia Industrial Relations di era digital.
MIRP bukan training entry-level. Target peserta adalah Leader Tengah, Puncak dan praktisi Sumber Daya manusia, serta pemerhati SDM dengan pengalaman minimal 3-5tahun.
Tentu saja. MIERP dibimbing langsung oleh Dr. M. Aditya Warman, S.Psi., MBA — pakar Industrial Relations dengan 30+ tahun pengalaman di perusahaan multinasional, sertifikasi internasional di bidang IR-ER & Leadership, dan terlibat dalam pengambilan kebijakan nasional ketenagakerjaan.
Anda juga akan belajar dari para Profesor, Doktor, dan Resource Persons pilihan sebagai pembicara tamu untuk 15 Makro Kompetensi.
We Are The Training For Deliver Industrial Working Peace Impacts And Human Centric Engagement Facing Sustainable Business Growth.
Merupakan Pilihan Pengembangan Kapabilitas dan Mentoring bagi Praktisi Industrial Relations
Sebuah Institusi Industrial Relations training yang berdedikasi mengembangkan praktisi IR Leader di Indonesia melalui program pengembangan berbasis Design Thinking dengan isu isu ketenagakerjaan dalam peningkatan hubungan industrial yang harmonis.
© 2026 IRSchool. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.